Klik Untuk Buka Ringkasan Buku Kaiser Pasal 8-10
Ringkasan Buku Teologi PL Walter C. Kaiser
Sumber : Buku Teologi Walter C. Kaiser
Soli Deo Gloria
Klik Untuk Buka Ringkasan Buku Kaiser Pasal 8-10
Ringkasan Buku Teologi PL Walter C. Kaiser
Sumber : Buku Teologi Walter C. Kaiser
Sebut saja salah satu di antara petinggi dunia adalah Paus Fransiskus, yang adalah pemimpin tertinggi gereja Katolik yang tahun ini akan memasuki usianya yang ke-88, tidak mau ketinggalan membicarakan tentang kelompok kaum muda. Nasehat Paus Fransiskus pada World Youth Day 2016 di Polandia mengatakan bahwa “orang muda harus memiliki hati yang terbuka, mempraktekkan kasih dan mempromosikan perdamaian bagi dunia”. Pada World Day 2023 di Portugal ia kembali memberikan pesan dan menginspirasi anak muda untuk “berani mengambil langkah-langkah besar dalam hidupnya dan memberikan dampak bagi lingkungan” . Lanjut ia mengatakan bahwa melihat masa muda sebagai masa kini dan masa depan. Kemungkinan besar kunjungannya ke Indonesia pada Tanggal 3-6 september 2024 akan menyinggung juga tentang kaum muda yang terus bergerak, berinovasi dan menyatakan karyanya kepada dunia.
Perjalanan kaum muda
dalam lingkup Gereja KIBAID, baik itu secara lokal, klasis, ataupun sinode
merupakan perjalanan yang sudah sangat panjang dan bahkan tidak bisa lagi
terhitung beribu langkah yang telah dilewati. Perjalanan yang kadang menguras tenaga dan
pikiran tetapi di waktu yang bersamaan memberikan kebahagiaan dan sumber
semangat untuk menapaki hidup dan pelayanan.
Mungkin ada yang
bertanya, khususnya mereka yang memberikan hidup mereka terhisap dalam
pelayanan kaum muda : sampai kapan perjalanan yang melelahkan ini akan berakhir
? bagaimana tidak karena perjalanan itu telah melewati ribuan bahkan jutaan
langkah yang sudah dilalui bersama, tidak terhitung bahagia, sedih, marah,
kecewa, derita, air mata, harapan, dan sejuta kenangan yang menyertainya.
Namun terima kasih bagi
mereka yang sudah menemani kami mengarungi derap-derap langkah. Masing-masing
punya cara dalam memberikan perhatian: ada yang mencibir, mengkritik, mencela,
mengejek, mendoakan, mendorong, memotivasi. Tetapi itu semua dibutuhkan untuk
menguatkan otot-otot dalam menempuh perjalanan yang mungkin akan jauh lebih
berat dan dinamis ke depannya.
Berjalan bersama kami
artinya tidak mengambil jarak/spasi atau hanya memposisikan sebagai seorang
guru yang memberikan petunjuk dan ajaran-ajaran. Bukan berarti kami membenci ajaran dan
petunjuk, namun jauh lebih powerfull ketika jarak di antara kita tidak terlalu
jauh sehingga ketika kami membtuhkan, saudara-saudara ada bersama kami. Berjalan bersama kami berarti mencoba
mengerti dan memahami dan mengalami langsung segala keresahan, kegelisahan, dan
rintihan kami tanpa lebih dahulu memberikan penghakiman.
Terima kasih telah menempatkan
kami tidak hanya sebatas objek yang dijadikan “proyek” untuk bisa dimanfaatkan,
tetapi menempatkan kami sebagai subjek dari berbagai kegiatan dan kegerakan
yang terjadi untuk berkarya bersama. Tidak menjadikan kami sebagai penonton
yang hanya bisa menikmati dan tidak diajak diskusi dan mengeksekusi berbagai
kebijakan-kebijakan yang strategis mulai dari hal yang sederhan sampai yang komplkes
sekalipun.
Terimakasih kasih sudah
mendorong kami berani mengambil keputusan dengan segala resiko-resiko yang
terjadi agar kami bisa memahami apa arti dari sebuah kemandirian dan kedewasaan
dalam bertindak.
Tahun ini kami akan
terus bergerak, berjalan, dan bahkan berlari sambil membagikan iman dan perbuatan
yang selama ini kami dapatkan melalui persekutuan di gereja dan keluarga. Doakan dan dukunglah kami terus supaya
jalan-jalan hidup kami selalu diterangi oleh firman dan keputusan-keputusan hidup
kita dalam bingkai nilai-nilai kerajaan Allah.
Harapan dan doa kami seiring
generasi berganti generasi, semoga tidak
akan habis orang-orang yang Tuhan utus untuk berjalan bersama dengan kami dalam
membagikan Iman yang telah kami dapatkan di dalam Kristus Yesus sampai pada
waktunya Tuhan mengatakan “waktumu sudah selesai dan tibalah saatnya engkau
akan menerima mahkota yang telah disiapkan bagi kamu” (Yakobus 1:12). Amen. (By:
Pdt. Jaffray sandang-Koordinator
Bidang Kerohanian Biro PKM)
Kehadiran-NYA adalah kekuatan kita
Kel. 33: 14 Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu”
Dalam suasana
Lebaran, tentunya hal yang paling dirindukan oleh saudara saudara kita di
seberang adalah silaturahmi, di mana salah satu dimensi yang paling kuat dalam
silaturahmi adalah kehadiran keluarga atau sahabat-sahabat dalam merayakan
Lebaran. Sama halnya juga dalam banyak
komunitas-komunitas, kehadiran setiap anggota tidak bisa dilihat sebelah mata
dan bahkan itu sudah menjadi hal yang mutlak.
Bisa dibayangkan apabila sebuah kelompok kerukunan keluarga yang sudah berjalan sekian lamanya tetapi
tanpa dihadiri oleh setiap anggotanya ketika mengadakan perkumpulan pasti akan
mendapatkan kritikan dan ujian tersendiri.
Sehingga kehadiran adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari
dalam setiap komunitas.
Perjalanan
Bangsa Israel menuju ke Tanah Kanaan yang digambarkan dalam Kitab keluaran memberikan
kesan tersendiri mengenai sebuah “kehadiran”.
Kehadiran Tuhan dalam perjalanan bangsa Israel tidak selalu dihayati
sebagai sesuatu yang baik dan menjanjikan.
Memang kehadiran Tuhan kadangkala disalah mengerrti oleh mereka,
seolah-olah kehadiran Tuhan diidentikkan ketika semua berjalan dengan mulus dan
sesuai dengan harapan, barulah dipahami bahwa itulah Kehadiran Tuhan yang
sejati, tetapi ketika semuanya berjalan tidak mulus dan penuh liku-liku,
kehadiran Tuhan akan dipertanyakan.
Apalagi ketika mereka mendapatkan malapetaka akibat dosa yang mereka
perbuat maka kehadiran Tuhan bisa dilihat sebagai sesuatu yang negatif.
Musa bersama
dengan Bangsa Israel dalam banyak kesempatan tidaklah mudah untuk menghayati
apa dan bagaimana kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidup mereka. Namun bukan berarti bahwa Tuhan tinggal diam
dan tidak berbuat apa-apa di saat bangsa itu mengalami kebingungan. Seperti
dalam Konteks Keluaran Pasal 33, memberikan sebuah gambaran kehadiran Tuhan
yang marah kepada bangsa Isarel tetapi di waktu yang bersamaan gambaran
kehadiran Tuhan juga menyatakan kesetiaan dan kasih karunia-Nya kepada
mereka. Sehingga dalam konteks itulah
Musa dan Bangsa Israel tidak berani melangkah jikalau kehadiran Tuhan belum
“clear”. Musa tidak mau mengambil resiko untuk melanjutkan perjalalanan jikalau
kehadiran Tuhan masih samar-samar dan tidak terlalu jelas. Makanya dia bertanya
kepada Tuhan “beritahukanlah kiranya
jalan-Mu kepadaku...; jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah
suruh kami berangkat dari sini” ay.13,15.
Meskpiun tiang awan dan tiang api yang adalah simbol dan realita
kehadiran Tuhan, namun dalam hal yang sangat detail mereka masih tetap
membutuhkan kehadiran Tuhan dalam wujud arahan dan petunjuk. Oleh sebab itu kata-kata Tuhan kepada Musa
dalam ayat 14 cukup memberikan kesejukan, kesegaran dan pengharapan untuk
berani melanjutkan perjalanannya. Dalam
terjemahan lain dikatakan “My presence will go with you, and I will
give you rest.”
Sebagai umat kesayangan Tuhan yang
telah ditebus dengan darah yang mahal, menghayati kehadiran Tuhan dalam
kehidupan pribadi, keluarga dan komunitas tentulah tidak mudah. Selalu mendapat ujian seiring berjalannya
waktu, jatuh bangun kita mengimani apakah memang seperti ini wujud kehadiran
Tuhan dan lain sebagainya. Melalui
kesempatan ini memasuki usia yang ke-2 pasca pemekaran klasis Makassar Timur
untuk terus melihat kehadiran Tuhan sebagai sesuatu yang sangat penting dan
kita butuhkan setiap saat. Kehadiran
Allah menjadi point penting yang tidak akan mungkin bisa tergantikan dengan
yang lain. Kehadiran Allah akan membuat kita “rest” sehingga kita tidak
kehabisan energi untuk melanjutkan perjalanan pelayanan sampai Tuhan memanggil
kita pulang ke rumah Bapa di surga.
Semoga pola kehadiran Allah yang Dia nyatakan kepada gereja-Nya akan
senantiasa terlihat juga dalam praksis Pelayanan kita di Klasis Makassar
Timur. Makassar, Maros, Pangkep dan
wilayah-wilayah lainnya menantikan kehadiran INJIL dan gereja untuk bisa
memberikan dampak yang berguna. Kehadiran gereja lokal menjadi sebuah
keniscayaan untuk terus membangun silaturahmi dan membangun saling keterikatan
satu sama lain demi kokohnya persekutuan di dalam Kristus.
Selamat
mensyukuri kehadiran TUHAN dalam perjalanan pelayanan di Klasis Makassar Timur,
biarlah setiap kita dalam menjalani hidup dan pelayanan, senantiasa merindukan
kehadiran-Nya yang memberikan kekuatan untuk terus melangkah demi mewujudkan
Jemaat yang Misioner.
Dirgahayu
Klasis Makassar Timur yang Ke-2 tahun
Seminggu lagi, tepatnya Tgl. 10 April
2020 kita akan memperingati hari Jumat
Agung, kematian Yesus Kristus di Bukit Golgota. Doa di Taman Getsemani
mengingatkan kita kembali sebuah pergumulan yang tidak mudah bagi Yesus yang
sebentar lagi menuju perjalanan Salib. Namun doa yang dipanjatkan bukanlah doa
kekalahan, pasrah dan bingung mau lakukan apa. Tetapi itu merupakan sebuah doa
pengharapan supaya melalui kehidupan doa-Nya, timbul sebuah pencarian akan
pengharapan yang besar untuk misi Bapa-Nya yang akan digenapi melalui Diri-Nya.
Doa ini tidak mengharapkan Tuhan ikut campur tangan dan mengubah kedaan secara
ajaib; harapannya sangat berbeda.
Harapan-Nya adalah mendapat pengertian apa yang ada di hati Bapa-Nya,
mencoba memahami tujuan Bapa-Nya dan mencoba memahami apa yang Bapa pedulikan
dalam menggenapi kehendak-Nya. Doa yang
kelihatannya hanya fokus kepada diri sendiri, tetapi sesungguhnya tidaklah
demikian, tetapi ada sebuah narasi besar yang ada di hati Yesus yaitu
keselamatan umat manusia dari dosa-dosa mereka.